Pidato Pimpinan Sidang Kaukus Pembangunan Berkelanjutan Aceh ke – III

Hadirin hadirat yang kami muliakan,

Alhamdulillahirabbil’alamin

Alhamdulillah hilladzi akramnaa bil iimaan,

Wa a’azzanaa bil islam,

Wa rafa’na bil ihsan,

Ahmaduhu subhanahu wata’ala wa asykuruh, allahumma sholli wasallam wa barik ‘ala

Sayyidina muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa mantabi’ahum bi ihsani ila yaumiddin, amma ba’du.

Sidang kaukus yang terhormat,

Rangkaian kejadian konflik satwa liar di aceh yang menimbulkan korban jiwa manusia yang tidak lain adalah saudara-saudara kita dan juga gajah sendiri yang kerap mati secara tidak perlu sebagai ekses konflik yang terus terjadi dari waktu ke waktu dalam kurun waktu 25 tahun belakangan ini, yang bahkan cenderung meningkat di beberapa daerah, merupakan cerminan kualitas hidup yang buruk bagi masyarakat yang mengalami konflik, disisi lain hal ini memberikan signal ancaman terhadap jaminan kelestarian gajah sebagai salah satu satwa, yang ironisnya,adalahsatwa yang di muliakan dan berjasa besar di sepanjang sejarah peradaban aceh masa lampau.

Hadirin yang terhormat

Semua kejadian konflik tersebut kiranya cukuplah untuk menghantarkan kita pada sebuah kesadaran terhadap skala permasalahan yang kita hadapi, sekaligus sadar akan skala solusi yang dibutuhkan untuk sebuah upaya penanganan yang bersifat komprehensif dan berdurasi jangka panjang. Kami percaya, sebuah rangkaian solusi yang baik, tidak hanya dapat menurunkan intensitas konflik, namun tentunya sekaligus menjadi strategipenting dalam upaya melestarikan gajah itu sendiri.

Pemahaman kami terhadap skala permasalahan beserta kompleksitasnya, dan untuk dapat menghadirkan solusi yang ber dampak jangka panjang dan ber daya guna, menghendaki sebuah kerjasama dan koordinasi lintas sektor baik ditingkat kabupaten, provinsi, sampai tingkat nasional, bahkan international.

Aceh bukanlah provinsi yang menganggap permasalahan konflik satwa dan konservasi ini semata-mata tugas pemerintah pusat pada sub sektor kehutanan, kepedulian badan pemerintah eksekutif maupun legislatif di aceh sudah diwujudkan di berbagai tingkatan baik propinsi maupun di kabupaten, melalui kontribusi anggaran maupun program. Untuk itu, melalui forum ini kami ingin mengapresiasi langkah langkah yang telah dilakukan oleh gubernur aceh dengan menerbitkan SK Tim Koordinasi dan Satgas Penanggulangan Konflik Satwa Liar, pada Bulan Juli lalu. Namun, kiranya semua upaya yang telah dilakukan selama ini belumlah cukup karena memang skala solusi yang dibutuhkan menurut hemat kami membutuhkan kerjasama dan koordinasi yang lebih luas di berbagai sektor pembangunan, hal ini pulalah yang menginspirasi kaukus untuk mengangkat topik ini agar skala minimum solusi, akan kita dapatkan.sehinggapada giliranya, aceh, saya yakin akan dapat berkontribusi secara signifikan, kalau tidak dapat dikatakan satu-satunya provinsi yang siap menerima dan melestarikan gajah dengan baik, dimasa depan.

Allah swt berfiran dalam ayat ke 38 di dalam surat al an-am yang mengatakan “ dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah kami alpakan sesuatupun dalam al-kitab, kemudian kepada tuhanlah mereka dihimpunkan “ …sadaqqallah.

Para peserta sidang kaukus yang terhormat, malam ini persidangan kaukus kita dihadiri oleh Bapak Ir.Bambang Dahono Adji, MM. M.Si, beliau adalah direktur jenderal konservasi sumber daya alam dan ekosistem, adalah pihak yang diberikan tugas oleh negara untuk mengelola konservasi dan pengelolaan satwa liar di indonesia. Nantinya kita akan menyimak bersama paparan beliau tentang opsi strategi penanggulangan konflik satwa liar terutaman gajah yang akan membahani kita untuk berdiskusi dan terutama untuk mengidentifikasi peran masing masing kita untuk mewujudkan sebuah skenario yang baik dalam menyelesaikan permasalahan konflik sekaligus melestarikan satwa dilindungi ini.

Sembari ber kaukus, marilah kita mengingat bahwa masyarakat di desa yang mengalami konflik menunggu dengan penuh harap sebuah solusi yang bayyinah, semoga pertemuan ini dirahmati allah dan membawa manfaat untuk semua.

Related Blogs

Tinggalkan Komentar