Kaukus Pembangunan Berkelanjutan Aceh III – Mitigasi Konflik Satwa dan Manusia

Event Description

Poin-poin rekomendasi dari sidang Kaukus III KPBA yang mengangkat tema “Mitigasi Konflik Satwa Liar dan Manusia”. Disusun oleh tim perumus yang terdiri dari Bapak Puja Utama Kasubdit Konservasi Jenis Dirjen KSDAE, Bapak Muhammad Hambal Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah, Bapak Genman Hasibuan Kepala BKSDA Aceh dan Dewa Gumay Senior Technical Officer FFI Aceh, paska pemaparan dan diskusi dengan peserta yang hadir pada sidang dimaksud dan diibacakan oleh salah satu dari tim perumus di penghujung acara.

Rekomendasi

Tata kelola dan Penganggaran

Mengaktifkan/operasionalisasi tim koordinasi di level provinsi dan Mengoperasionalkan SATGAS di setiap Kabupaten: 1. Menunjuk unit pengelola sanctuary dan membangun kapasitas pengelolaan 2. Kebijakan tata ruang yang akomodatif terhadap kebutuhan habitat 3. Pengendalian pemanfaatan ruang disekitar habitat (pilihan komoditi yang rendah resiko konflik) 4. Keterlibatan para pihak lintas sektor dalam penanggulangan konflik, tidak hanya kehutanan dan BKSDA (pertanian, social, BPBD-dana tanggap darurat, dinas kesehatan, dinassyariat , PU-jalanusahatani, PLN, BUMN, perbankan, lipi-jenis tanaman) 5. Mencipatakan system pembiayaan yang berkelanjutan untuk mitigasi konflik satwa (Pemerintah, Swasta, Masyarakat/LSM)

Pengelolaan Habitat dan Peningkatan Pemahaman Perilaku Gajah

1. Menunjuk, menetapkan dan mengelola sanctuary 2. Mengelola batas kawasan sanctuary dengan barrier buatan 3. Memetakan homerange gajah 4. Menyiapkan koridor satwa 5. Melakukan kajian valuasi satwa dalam konteks mendukung proses penegakan hukum terhadap kejahatan satwa liar.

Respon HEC

1. Support untuk korban konflik 2. Menggiring dan memindahkan gajah kedalam sanctuary 3. Menciptakan mekanisme pengaduan konflik dari masyarakat ke SATGAS Penanggulangan Konflik Satwa Liar

Monitoring

1. Memasang GPS collar pada populasi gajah utama 2. Keterlibatan masyarakat dalam monitoring dan mitigasi konflik satwa

Awareness

1. Membentuk forum masyarakat peduli konflik